Senin, 04 Mei 2020

Polres Tulungagung Luncurkan Tim Khusus Pengawalan Pendistribusian Sembako dan Mobil Penling Satlantas Polres Tulungagung

Polres Tulungagung Meluncurkan Tim Khusus Pengawalan Pendistribusian Sembako, Bahan Pokok Kebutuhan Masyarakat, Alat Kesehatan, BBM dan Mobil Penerangan ASTUTI Satlantas Polres Tulungagung.
.
Pembentukan Tim Khusus Pengawalan Pendistribusian dan Mobil Penling Astuti Satllatas Polres Tulungagung Bertujuan Untuk Mewujudkan Harkamtibmas di Wilayah Polres Tulungagung Pada Masa Pandemi Virus Covid-19
.
#janganmudik
#opsketupat2020
#polrestulungagung
#zebrajatim
#korlantaspolri
#roadsafetyzeroacident
#jogotulungagungastuti 
.
@roadsafetytozeroaccident 
@korlantas_polri 
@irsmm.id

Minggu, 03 Mei 2020

5 Kawanan Perampok Berhasil Ditangkap Jajaran Polres Pelalawan


Jajaran Reskrim Polres Pelalawan berhasil menangkap lima kawanan perampok yang beraksi di Kelurahan Rawang Empat, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Rabu (29/4/2020) lalu.

Dalam aksi jahatnya ini, lima kawanan perampok tersebut berhasil membawa kabur sejumlah harta benda milik salah seorang warga setempat. Termasuk satu unit mobil coltdiesel. Rencananya mobil tersebut akan dijual ke daerah Sumatera Barat.

Hanya usaha kawanan perampok ini ketika hendak berupaya menjual hasil curian ini berhasil digagalkan jajaran Reskrim Polres Pelalawan. Dalam sebuah penyelidikan singkat pergerakan pelaku berhasil dideteksi.

Kelima pelaku, antara lain, SH (36), MY (44), TS (41), AP (49) dan HM (50). Kawanan perampok ini berhasil diamankan, pihak kepolisian Kiliran Jao, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (2/5/2020).

Menurut Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Teddy Ardian, S.Ik, SH Ahad (3/5/2020) membenarkan penangkapan lima kawanan perampokan ini.

Penangkapan tersebut, setelah mendapat laporan dari Polsek wilayah hukum Bunut, tentang adanya, satu keluarga di Kelurahan Rawang Empat, Kecamatan Bandar Petalangan. Berkat laporan itu, jajaran Reskrim langsung bertindak sigap mendeteksi pergerakan pelaku, hingga diketahui akan melarikan diri bersama barang bukti ke luar Provinsi Riau.

Begitu posisi pelaku berhasil diketahui, Reskrim langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian di Kiliran Jao. Walhasil, para pelaku berhasil dibekuk. Hanya saja ketika dilakukan penangkapan mereka berusaha melawan dengan Senpi rakitan.

"Lantaran sudah membahayakan petugas, satu dari pelaku dihadiahi timah panas pada bagian satu kaki. Saat ini kelima pelaku, dibawa ke Polres Pelalawan untuk dilakukan pengembangan," tandasnya.
.

Saatnya Online ?

Saatnya On line ?

Catatan : Brigjen. Pol. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si.

Dalam dunia persilatan kecepatan menjadi salah satu kekuatan. Demikian halnya di dalam kehidupan sosial di era digital kecepatan akan menjadi bagian penting dalam membuka sekat ruang dan waktu. Sistem on line menjadi jembatan di masa pandemi covid 19. 


Mau tidak mau sistem physical distancing hrs dilakukan dan sistem online menjadi pilihan dari work fron home sampai pray from home. Jasa layanan virtual menjadi sangat penting dan mendasar. 

Pelayanan umum internet menjadi penghubung dalam konteks pelayanan publik yang secara online semua menggunakannya. Sistem aplikasi berbasis artificial intellegence menjadi bagian untuk recognize dan input data. Pelayanan publik dibidang administrasi, keamanan, keselamatan, hukum, informasi maupun pelayanan2 sosial kemasyarakatan lainnyapun memerlukan sistem online. 

Dalam membangun sistem online dioerlukan data. Data menjadi dasar dan pemenuhan suply amd demand. Tatkala pergerakan dibatasi maka sistem on line menjadi media yang mampu menjembatani pemenuhan kebutuhan. 
Pada sistem pelayanan publik secara on line diperlukan adanya : 

1. Back office sebagai pusat data atau pusat komando pengemdalian, sistem komomunikasi koordinasi dan informasi.

2. Application sebagai bentuk sistem layanan virtual yang berbasis pada artificial intellegence untuk inputing data dan recognize system pelayanan scr prima ( cepat tepat akurat transparan akuntabel informatif dan mudah diakses). 

3. Network sebagai jejaring yang menghubungkan satu sama lainnya secara terintegrasi atau berbasis iinternet atau iot (internet of things).

Teknologi dalam bentuk application semakin kreatif yang menarik dan mudah diakses. 

Sistem ini sudah banyak dilaksanakan sebenarnya seperti : 
1. Google 
2. Youtube 
3. Waze
4. WA 
5. Fb 
7. Telegram 
8. Tweeter 
9. Line 
10. Zoom 
11. Grab 
12. Berbagai pelayanan ridehiling (go..) dsb merubah tatanan sosial.

Hal tersebut mau tidak mau secara politikpun harus mendukung terimplementasinya sistem2 pelayanan on line. Pertanyaannya tatkala semua bisnis on line ini buatan luar negeri apakah bangsa ini tetap mampu berdaulat? Apakah secara intelegen kita sudah dimaping atau malah sudah dikuasai atau buruknya lagi sudah dijajah secara virtual? Kalau jawabannya iya maka secara algoritma bagaimana apakah masih dapat dikatakan berdaya tahan? 

Teknologi menjadi andalan sekaligus kekuatan. Tatkala kita semua diumpan yang gratis2 tetap secara data disedot dan dijadikan barang dagangan baru olahan baru ? On line menjadi kebutuhan namun berdaya tahan mandiri dan berdaulat menjadi suatu keharusan. Bagaimana menciptakan back office aplication dan network sendiri yang tidak lagi bergantung kepada tetangga dan sadar data ini menjadi bagian dari pembelajaran. 

On line bukan semata mata proyek baru namun harus dibangun secara politik agar bangsa ini tetap berdaya tahan berdaulat secara idiologi politik ekonomi sosial budaya keamanan dan sekaligus pertahanannya. On line pelayanann publik akan mampu menjembatani bagi negara kepulauan yang membuka tabir sekat ruang dan waktu. Secara teknis memang harus berusaha mandiri agar mampu berdaya tahan berdaulat berdaya saing dan tidak terus menerus menjadi komoditi pasar dan bisa bertahan walau dalam kondisi ekstrim sekalipun.
.

Kamis, 30 April 2020

Kakorlantas: Mudik 2020 Dilarang Demi Kemanusiaan di Tengah Pandemi Covid-19

Kakorlantas: Mudik 2020 Dilarang Demi Kemanusiaan di Tengah Pandemi Covid-19
.
Adanya pemberitaan di beberapa Media Online terkait dibolehkannya Mudik di tengah Pandemi Covid-19 oleh Kepala Korp Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Drs. Istiono, M.H saat melakukan pantauan Pos PAM di Kota Bekasi kemarin. Hal itu dibantah oleh Kakorlantas Polri, bahwa pemberitaan di media tersebut tidak tepat pointnya.

Kakorlantas Polri menegaskan mudik 2020 sampai saat ini masih dilarang. Ada hal-hal emergency di lapangan yang diberi pengecualian untuk melintasi pos pam cek point atas penilaian diskresi kepolisian tentunya. Seperti masih adanya aktivitas masyarakat bekerja dan ini secara situasional kita ijinkan demi kepentingan bekerja, bukan kepentingan mudik. Karena Operasi Ketupat 2020 adalah operasi kemusiaan yang mengedepankan langkah persuasif dan humanis.

"Ada beberapa media yang mengutip masalah boleh mudik tapi ada syarat keterangan RT/RW, itu tidak benar. Jadi mereka yang mengunjungi keluarga karena ada yang meninggal dunia, itu tentunya polisi punya pertimbangan diskresi di lapangan, karena ini operasi kemanusiaan," quote Kakorlantas, Kamis (30/4/20).

Kakorlantas juga mengingatkan bahwa pemudik yang mendapat diskresi karena yang bersangkutan bukan mudik, tetapi mengunjungi keluarga yang sakit atau meninggal dunia ini pun statusnya akan ditetapkan ODP dan harus dikarantina 14 hari sesuai protokol penanganan covid-19.

"Nah ini yang perlu diketahui RT/RW setempat. Bukan sah atau tidaknya mereka mudik dari ijin RT/RW. Sekali lagi surat keterangan dari RT/RW itu hanya untuk kepentingan status dia diketahui, dimana daerah asal dia berangkat dan kemana, sehingga bisa dilakukan pengawasan," quote Kakorlantas.

Kakorlantas berharap masyarakat sebagai ujung tombak penanganan Covid-19. Dan tidak perlu mencari kesempatan untuk meninggalkan daerahnya, karena seperti daerah Jakarta ini masih zona merah. Justru Kakorlantas mengajak untuk menjaga bersama-sama, supaya pencegahan covid-19 ini bisa direm. Dengan dilarang mudik peran sentral kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengurangi penyebaran covid-19 ini.

"Terimakasih dan apresiasi saya ucapkan kepada masyarakat yang tidak melaksanakan mudik dengan kesadarannya yang sangat luar biasa, ini bagus sekali, mudah-mudahan kita bisa menang melawan covid-19," quote Kakorlantas.

Minggu, 19 April 2020

Gass Poll, Remm Blonng

Gas Poll, Rem Blong

By : Cdl

Bisa dibayangkan bila digaspol dan remnya blong apa yang akan terjadi, pasti tidak terkendali atau membawa banyak korban. Yang berada di dalam kendaraan maupun yg di jalan2an akan ketakutan. Cerita di atas merupakan refleksi kondisi birokrasi atau dalam organisasi yang pendekatannya personal. Tatkala pendekatan personal maka istilah tak kenal maka tak sayang akan berlaku. Model manajemen jendela jauh haripun akan berlaku. *Apa kata ndoro pasti akan dianggap sabdo pandito ratu idu geni*.

Siapa saja harus taat patuh dan menjalankan. Prestasi kompetensi no nomor sekiankan bahkan tidak diperlukan karena yang utama adalah loyalitas personal. 

Para ndoro pun secara berjenjang akan menerqlapkan sistem2 feodalisme dan senantiasa merasa dirinya paling segalanya. Tidak ingin dikritik dibantah atau diberi masukkan pun merasa digurui merasa dupinteri. Model patrimonial ini cepat atau lambat akan berdampak pada crime in organization. Semua merasa benar dan kalau istilah lengji leng beh celeng siji celeng kabeh.


Menjadi seolah2 salahpun kalau umum menjadi benar bahkan menjadi core valuenya. Tiada lagi rasa bersalah atau dosa. Siapapun yang mengingatkan, mengkritik akan dicap celometan yang kalau bisa dibedil sisan. 

Gas pol rem blong ini merupakan refleksi atas aji mumpung. Pung nak pung no mumpung enak mumpung ono apa yang ada dibabat habis hingga tandus ludes kering kerontang. Keserakahan menimbun bagi tujuh turunan dan delapan tanjakkan merupakan spiritnya. Apa yang digambarkan didalam maupun diluar disaruk semua tanpa peduli dampaknya. Kapan lagi kalau tidak sekarang kesempatan tidak datang dua kali. 

Apa yang terjadi istilahnya makan dalam dan menerkam di luar. Kanan kiri ok depan belakang atas bawah babat sisan. Apa yang ada memang sepertinya menjadi takdir yang seakan sulit diatasi atau pasrah dengan berkata : yo wis piye meneh. Sikap pasrah tadi menunjukkan betapa kuat kuasa dan besarnya power mereka yang bagai naga menggurita. Jangankan melawan ngrasani saja akan mati. Semua sejalan dengan mereka dan berlomba lomba mendekat dan menjadi bagian dari mereka. *Swargo nunut nroko endo mau enaknya yang penting ikut bahagia menikmati surga dunia tetap gak mau ikut bertanggung jawab dampak akibatnya*.

Mereformasi secara kultural ini berat bahkan memerlukan kekuatan besar kesadaran massal untuk waras dan keluar dari lingkaran setan. Ndoro golongan menengah ke atas sangat sulit dibenahi bahkan apapun resep mental berbeda dengan kelas bawah lebih mudah karena tidak banyak kepentingan. Menengah ke atas sudah sarat kepentingan merasa kasta naik apalagi sudah nyantrik politik bisa dengan keras berteriak : pimpinan saya ambil alih. Maka sistem clique atau klik atau kroniisme akan terus tumbuh berkembang menggurita ke mana2 hingga merasuk pada pikiran jiwa dan perbuatannya. 

Mengatasi ndoro menengah ke atas salah satunya adalah adanya political will yang kuat yang memang niat membongkar sarang naga mematikan crime in organization atau dengan tulus mewaraskan kegilaan2 mendobrak pendekatan personal. Perlu kepemimpinan yang proaktif dan transformasional yang mampu menjadi ikon perubahan role model bagi bawahannya yang berani belajar dan memperbaiki kesalahan masa lalu. Siap di masa kini dan mampu menyiapkan mass depan yang lebih baik. Serta dibangun sistem elektronik atau sistem2 online untuk ada jejak digital dan sistem algoritmanya yang mampu ditunjukkan dalam info grafis info statistik dann info2 virtual lainya yang real time, on time dan any time. Sistem itu menjadi grand strategi yang diikuti payung hukum hingga sopnya dan menyiapkan sdm untuk mengawakkinya. Perlu dibangun pilot project untuk terus dimonitor dan dievaluasi. Penerapan sistem smart management dengan berbasis pada big data dan one gate service. Itu semua sebagai model untuk membuat sadar waras atau membatasi kengawuran agar tidak lagi ngegas pol. Rem yang cukup pakem keluar dari lingkaran setan crime in organization. Dengan sistem2 tersebut dapat meminimalisir ketakutan dan mengurangi korban atau mengecilakan kerugian. 

Kata jack ma: *sebelum dirimu kaya dan terkenal kata kata mutiaramu dianggap kentut. Tatkala dirimu kaya dan terkenal kentutmu menginspirasi*. Ini sekedar kentut untuk waras bagi yang marah menghirupnya, salah sendiri mengapa menghirup kentut padahal masih banyak udara segar. Dan yang tersinggung marah sebenarnya dialah bagiannya atau setidaknya yang ingin  melanggengkan zona nyamannya. 

Mbok painten kloloden telo
Nyuwun ngapunten lepat kulo

Jumat, 17 April 2020

Polwan Polda Sumbar Produksi Masker di BLK Padang

“Creative Breakthrough”
Kunjungan Kapolda Sumbar ke BLK (Balai Latihan Kerja) Padang untuk melihat langsung anggota Polwan Polda Sumbar menjahit / memproduksi masker di Tengah Wabah Pandemi covid-19 
.
.
#yukpakaimasker
#masker
#bersamamelawancorona
#cegahcorona
#polwanrepublikindonesia
#patriotdigitalpoori
.
.
https://youtu.be/aafxwkb4Mo0


Jumat, 10 April 2020

Vitur Baru Aplikasi Jangkar Airud

Aplikasi Jangkar Airud  Kini Memiliki fitur Baru "Seputar Informasi Covid-19"
Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumbar kembali menambahkan fitur terbarunya di aplikasi “Jangkar Airud”, yaitu seputar informasi virus Corona (Covid-19).

Dirpolairud Polda Sumbar, Kombes Pol Soelistijono, S.Ik menyebut, penambahan informasi di aplikasi tersebut dilakukan kemarin dengan maksud memberikan informasi kepada masyarakat tentang virus Corona, khususnya informasi penyebaran Covid-19.

“Di aplikasi “Jangkar Airud”, masyarakat bisa mengetahui sebaran virus Corona untuk di wilayah Indonesia,” katanya.

Disebutkan Kombes Pol Soelis, pihaknya saat ini terus melakukan sosialisasi aplikasi tersebut kepada masyarakat luas agar dapat dimanfaatkan secara luas.

"Aplikasi tersebut juga terhubung dengan website dan aplikasi media sosial Direktorat Polairud Polda Sumbar sebagai alat sosialisasi kegiatan kepada masyarakat" Imbuh Dirpolairud

“Aplikasi ini dibuat untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan arahan Kapolri dan diperkuat Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto untuk meningkatkan pelayanan publik yang cepat dan membuat masyarakat aman dan nyaman,” pungkas Kombes Soelistijono